Cara Menghitung Diskon Persen Disertai Rumus dan Contoh

Diskon adalah potongan harga untuk setiap barang yang dijual oleh penjual baik penjualan secara langsung atau penjualan online.
Cara Hitung Diskon Persen

Diskon adalah potongan harga untuk setiap barang yang dijual oleh penjual baik penjualan secara langsung atau penjualan online.

Strategi pemberian diskon dengan menetapkan persentase juga populer di dunia bisnis. Biasanya strategi ini dilakukan dengan menetapkan persentase harga sebagai diskon.

Misalnya, sebuah toko pakaian memberikan diskon 30% untuk semua jenis kemeja, yang berarti harga kemeja di toko tersebut diskon 30% dari harga aslinya.

Biasanya, produsen yang menerapkan diskon semacam itu bertujuan untuk meningkatkan penjualan secara substansial.

Atau barang yang sering didiskon adalah produk yang kurang laris, sehingga tujuan pemberian diskon adalah untuk menarik minat konsumen.

Dengan adanya diskon atau potongan harga dapat mengundang selera masyarakat yang melihat untuk mendekat dan membeli barang tersebut.

Lalu bagaimana cara menghitung diskon persenan? Berikut langkah-langkah cara menghitung diskon persen.

Cara Hitung Diskon Persen

Contoh kasus

Bila terdapat baju yang dijual di toko senilai Rp 120.000,- tapi terdapat diskon 30%. Lantas berapa harga akhir dari baju tersebut?

1. Cara Pertama

120.000×30/100 = 36.000

Kemudian mengurangi harga awal dengan diskon

120.000-36.000=84.000

Jadi harga baju yang di diskon 30% dari Rp 120.000 menjadi Rp 84.000

Namun, cara tersebut prosesnya panjang. Tapi tenang, karena ada cara kedua yang lebih mudah dan praktis.

2. Cara kedua

Cara ini lebih mudah dan cepat daripada cara pertama.

Mengurangi berapa diskon tersebut dengan 100%

100%-30%= 70%

Setelah itu cukup kalikan dengan harga awal

70/100×120.000=84.000

Selain diskon persen ada juga macam-macam diskon lainnya. Berikut macam-macam diskon belanja yang umum dilakukan dalam bisnis.

Macam-macam diskon

1. Diskon Potongan Harga

Strategi ini merupakan salah satu yang paling sering ditemui, terutama dalam bisnis makanan dan minuman atau barang sehari-hari lainnya.

Produsen biasanya menetapkan harga dasar tertentu sebagai syarat untuk mendapatkan potongan harga. Misalnya, saat memesan makanan secara online, pihak restoran akan memberikan diskon Rp 10.000 jika jumlah pembelian minimal Rp 40.000.

Cara ini sering berhasil menarik konsumen untuk membeli lebih dari yang mereka butuhkan. Misalnya, jika mereka hanya berniat membeli Rp30.000, maka konsumen akan membeli produk lain hingga memenuhi minimal untuk mendapatkan diskon.

Hal ini tentu menguntungkan bagi produsen, karena konsumen akan merogoh kocek lebih dalam sehingga produknya akan terjual lebih banyak.

2. Diskon Produk Khusus

Jenis diskon ini biasanya hanya tersedia untuk pelanggan khusus. Konon, diskon hanya berlaku jika konsumen termasuk dalam kategori yang diharapkan.

Misalnya, pengguna kartu debit Bank Mandiri dapat menikmati diskon hingga Rp50.000 dan lebih.

Sebagai bentuk promosi, diskon merupakan bagian dari strategi pemasaran yang sangat berguna untuk meningkatkan jumlah penjualan jangka pendek.

3. Diskon Gratis Ongkir

Diskon gratis ongkir juga semakin populer, terutama seiring dengan berkembangnya e-commerce. Taktik ini biasanya dilakukan dengan menerapkan kondisi khusus, seperti pembatasan pengeluaran atau menawarkan kupon pengiriman gratis untuk menghormati hari-hari tertentu.

Misalnya, konsumen akan mendapatkan gratis ongkos kirim Rp 10.000 untuk setiap pembelian di atas Rp 100.000, dan seterusnya.

Taktik ini populer karena konsumen sering membatalkan pembelian setelah melihat bahwa pengiriman mahal, dan dalam beberapa kasus, pengiriman sebenarnya lebih mahal daripada barang itu sendiri.

Akibatnya, produsen sering menawarkan insentif harga diskon agar konsumen tidak terlalu khawatir dengan ongkos kirim yang mahal.