Cara Menghadapi Quarter Life Crisis

Kamu yang lagi mengalami quarter life crisis wajib membaca artikel ini
Cara Menghadapi Quarter Life Crisis

Ketika memasuki usia 20-an pasti sudah tidak asing lagi mendengar istilah Quarter Life Crisis. Namun apakah anda tahu apa itu Quarter Life Crisis?

Quarter Life Crisis atau QLC adalah situasi di mana seseorang merasa tidak percaya diri terhadap karier, percintaan, dan keuangan pada dirinya sendiri.

Tak jarang juga seseorang yang mengalami hal ini merasa bahwa hidupnya tidak memiliki tujuan yang jelas.

Hal ini disebabkan karena ada peralihan kehidupan di mana orang-orang di sekitarnya mulai memiliki jalan hidupnya masing-masing.

Sehingga dia mulai membanding bandingkan hidup orang lain dengan hidupnya sendiri.

Jadi intinya adalah Quarter Life Crisis itu kekhawatiran akan masa depan.

Ada empat fase dalam quarter life crisis

  1. Pertama, perasaan terjebak dalam suatu situasi, bisa itu relasi, pekerjaan, atau hal lainnya.
  2. Kedua, pikiran bahwa perubahan mungkin saja terjadi.
  3. Ketiga, periode membangun kembali hidup yang baru.
  4. Ke-empat adalah fase mengukuhkan komitmen anyar terkait ketertarikan, aspirasi, dan nilai-nilai yang dipegang seseorang.

Tanda-tanda seseorang mengalami quarter life crisis

  • Kebingungan terhadap karier dan pekerjaannya
  • Mengalami masalah dalam keuangan
  • Sulit untuk membuat keputusan untuk masa depan
  • Khawatir akan ketertinggalan dari orang lain

Hal yang membuat seseorang masuk quarter life crisis

  • Keuangan yang tidak mencukupi kebutuhan hidup
  • Putus cinta dari hubungan yang sudah cukup lama dijalin
  • Melihat teman sebaya mencapai kesuksesan terlebih dahulu
  • Membuat keputusan hidup yang dianggap salah

Jika anda merasakan tanda-tanda diatas artinya kamu sedang berada di fase Quarter Life Crisis. Tapi jangan khawatir, karena untuk mengatasi hal ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Cara Menghadapi Quarter Life Crisis

1. Jangan bandingkan diri sendiri dengan orang lain

Jangan habiskan waktumu untuk memandingkan dirimu dengan orang lain. Lebih baik menghabiskan waktu dengan mempelajari hal-hal baru sambil mengasah skill yang dimiliki.

2. Sesuaikan tujuan Anda dengan realitas

Boleh bermimpi sebanyak dan setinggi mungkin, namun sesuaikan dengan peluang dan keadaan yang Anda jalani. Jadi Anda tidak terlalu tertekan.

3. Menerima keadaan

Ketika realita Anda tidak sesuai dengan ekspetasi, hal yang perlu Anda lakukan iklas dan tidak menyalahkan diri. Apresiasi diri Anda karena sudah mampu bertahan sejauh ini.

4. Berbagi cerita dengan sahabat

Coba Anda minta pendapat kepada teman atau orang terdekat dan intropeksi diri sendiri apa yang membuat Anda gagal mendapatkan sesuatu. Dengan seperti itu, kegagalan menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi individu yang lebih baik.

Dengan cara ini semoga Anda bisa melewati fase Quarter Life Crisis biasa-bisa saja tidak stress dan menjalani kehidupan dengan lebih optimal. Lakukan pekerjaan dengan semaksimal mungkin, yakin semua ini akan berlalu.